Mendamba Kinerja Kepala Sekolah Efektif

Oleh:   Unknown Unknown   |   Wednesday, July 02, 2014
Kinerja Kepala Sekolah yang Efektif bisa menauladani kisah dari Kaisar Hirohito. Syahdan, pada tahun 1945, tatkala Jepang hancur lebur oleh bom atom yang dijatuhkan sekutu di Hirosima dan Nagasaki, Kaisar Jepang saat itu, Hirohito mengemukakan sebuah pertanyaan yang mengguncang para menterinya. Kaisar Hirohito bertanya singkat kepada para menterinya yang menghadap untuk melaporkan kondisi rakyatnya akibat terkena bom, pertanyaan yang diajukan Hirohito adalah, “Berapa guru yang hidup?” Pembantu kaisar dan menteripun terkejut bukan kepalang, seorang Jenderal mengajukan tanya, “Mengapa paduka menanyakan jumlah guru yang hidup?” Mendengar tanya itu, Kaisar Hirohito terdiam dan belum bereaksi. Sang Jenderal melanjutkan protesnya, “Yang Mulia, saya sebagai tentara keberatan atas pertanyaan Yang Mulia. Mengapa justru guru yang Yang Mulia tanyakan, dan bukan tentara? Banyak sekali tentara kita yang meninggal di Laut Cina Selatan, di Borneo, Celebes, Papua, Burma, dan lain-lain. Mereka mati untuk membela Tanah Air dan Kaisar.”
Dengan bijaksana, Kaisar Hirohito menanggapi, “Tuan-tuan, apabila profesi-profesi yang lain tidak saya tanyakan, harap Tuan-tuan tidak tersinggung. Saya tahu banyak tentara kita yang gugur, dan kita semua bersedih karena hal tersebut.” Hirohito terdiam sejenak lalu melanjutkan, “Tapi mengapa saya justru menanyakan berapa guru yang masih hidup di Jepang, Hal ini ini karena melalui para guru, Jepang akan cepat bangkit kembali.” “Seperti kita saksikan bersama, hampir semua pabrik kita hancur, banyak pakar kita yang mati, dan sekarang negeri ini hancur dan lumpuh. Kita harus kembali mulai membangun negeri ini dari nol, dan hanya melalui gurulah kita dapat membangun kembali negeri ini.” Lanjut Hirohito. “Mari kita benahi pendidikan kita melalui guru-guru yang kita punyai dan masih hidup. Melalui kerja keras kita, terutama guru-guru, saya yakin Jepang akan bangkit kembali, bahkan akan lebih hebat dari kemampuan kita sebelum perang terjadi.” “Selama masih banyak guru yang hidup, saya yakin masih ada kesempatan bagi bangsa kita untuk bangkit dari kekalahan dan mengejar ketertinggalan!” Ujar Hirohito dengan penuh keyakinan. Kisah Hirohito sebagai renungan, meskipun Jepang merupakan negera kecil berbentuk kepulauan dan tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun mereka mampu membawa negerinya menuju kemajuan dan kemakmuran. Hirohito sebagai pemimpin yang visioner telah mengetahui bahwa untuk membangun kembali bangsanya, perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Zaman itu, Hirohito sudah sadar bahwa keunggulan suatu bangsa bukanlah ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam, melainkan pada keunggulan SDM. Kekayaan yang melimpah suatu ketika akan habis (sumber daya terbatas), namun SDM yang berkualitas akan menciptakan dan menemukan berbagai alternatif yang menunjang kehidupan manusia pada umumnya.
>


Mutu SDM berkorelasi positif dengan mutu pendidikan, mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik, memenuhi syarat, dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan, komponen-komponen tersebut adalah input, process, output, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana serta biaya. Mutu pendidikan tercapai apabila komponen-komponen tersebut memenuhi syarat tertentu. Namun dari beberapa komponen ini yang lebih banyak berperan adalah tenaga pendidik yang bermutu, sebagaimana yang dicontohkan oleh Hirohito, “Berapa guru yang masih hidup”. Tenaga pendidik pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut tenaga kependidikan untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. Peran kepala sekolah yang efektif adalah mampu membentuk  tenaga pendidik yang profesional. Tenaga pendidik mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga pendidik yang profesional akan melaksanakan tugasnya secara profesional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga pendidik yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya ke taraf yang lebih bermutu. Adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme tenaga pendidik. Kepemimpinan supervisor, dalam hal ini seorang Kepala Sekolah memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Kepala sekolah adalah tenaga pendidik. Kepala sekolah yang profesional dapat mengelola sekolahnya secara lebih baik. Pemaknaan akan pentingnya profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah dikemukakan oleh Ruth Love yang menyatakan “I’have never seen a good school without a good principal” dan James B. Conant, “The difference between a good school and poor school is often the difference between a good and poor principal” (Ali Imron, 2011:3). Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Kinerja kepala sekolah yang efektif dan profesional dalam organisasi sekolah bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.