Prinsip Semua Agama Samawi Sama (bag.2)

Oleh:   Unknown Unknown   |   Sunday, October 11, 2009
Dalam ayat lain, Allah berfirman: Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Hai Bani Isra¬il, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, mem¬benarkan kitab (yang turun) sebelumku, yakni Taurat, dan memberi' kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya adalah Ahmad (Muhammad). "Maka, tatkala rasul itu datang kepada me¬reka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka ber¬kata, "Ini adalah sihir yang nyata" (QS 61:6).


Sebenarnya, dalam kitab Taurat dan Injil pun, be¬rita-berita tentang Nabi saw dan sifat-sifat beliau sudah banyak diungkapkan. Sudah tentu, berita-berita tersebut menguatkan kebenaran kenabian beliau dan men¬jadi dalil atau bukti yang sangat kuat dan bahkan lebih dari cukup untuk menjawab keraguan mereka serta mengalahkan argumentasi mereka. Mereka pasti me¬nerima kenyataan ini bila saja mereka tidak diliputi oleh jiwa hasad dan dengki. Berkenaan dengan hal ini, kita dapat menyebutkan suatu riwayat dari Tsa'labah bin Hilal, salah seorang ulama Yahudi ketika ditanya oleh `Umar bin al-Khaththab, "Beritakan kepadaku tentang sifat-sifat Nabi saw. di dalam Taurat!" Tsa'labah menjawab, "Sesungguhnya sifat-sifatnya (Nabi saw.) di dalam kitab Taurat (milik) Bani Harun yang belum ber¬ubah dan belum berganti, adalah: la (Nabi saw.) adalah Ahmad dari keturunan Ismail bin Ibrahim, dan ia ada¬lah nabi yang paling akhir. Ia adalah juga seorang nabi dari bangsa Arab yang datang membawa agama Ibra¬him, agama yang lurus. Bersamanya ada (kewajiban) shalat. Sekiranya (shalat) ini ada di kalangan kaum Na¬bi Nuh, pastilah mereka tidak akan dibinasakan oleh air bah. Seandainya ibadah (shalat) itu ada di kalangan kaum `Ad, pastilah mereka tidak akan dibinasakan dengan angin dan sekiranya ibadah (shalat) itu ada pada kaum Tsamud, pastilah mereka tidak akan dibinasakan dengan petir. Ia adalah seorang ummi, tidak (pandai) menulis dan tidak (pula pandai) membaca yang tertu¬lis. Ia adalah seorang hamadd (banyak memuji) seraya memuji Allah dalam keadaan suka dan duka. Dari ke¬lompok malaikat, yang selalu menemaninya adalah jibril. la mendapatkan gangguan yang sangat keras dari kaumnya. Lalu la memimpin negara dan menguasai mereka. Ia mengalahkan mereka dengan telak. Banyak terjadi peperangan di Yatsrib. Di antara peperangan itu ada yang dimenangkannya dan ada pula yang di¬menangkan kaumnya, tetapi pada akhirnya kemenang¬an ada di pihaknya. Bersamanya ada suatu kaum yang berjalan menuju kematian lebih cepat ketimbang meng¬alirnya air dari ujung bukit ke hilirnya. Dada mereka adalah Injilnya, dan kurban mereka adalah darahnya. Ia bagaikan singa yang sangat pemberani di siang hari dan bagaikan pendeta di malam hari. Ia menggetarkan musuh dalam kurun waktu sebulan (sebelum terjadi perang atau pertempuran). la terjun langsung di medan peperangan. Kemudian ia keluar dan meme¬rintah (baca: memimpin negara) tanpa penjaga dan tanpa penghalang. Allah sajalah yang memelihara dan menjaganya."
Demikian pula, disebutkan dalam kitab Injil Ma¬tius, bab 11, ayat 14: "Jika kamu sekalian hendak me¬ngikuti (seorang nabi), maka ikutilah Elia!" Menurut kaidah abjad, dari jumlah hurufnya, kata Elia sesuai dengan kata Ahmad. Hal itu menjadi isyarat yang sa¬ngat jelas ihwal adanya perintah untuk mengikuti se¬orang nabi yang akan datang bernama Ahmad. Dalam kitab Injil Barnabas, pasal 39, disebutkan bahwa ketika Adam mulai berdiri di atas kedua kaki¬nya, ia menengadah ke atas dan melihat ada sebuah tulisan yang bersinar terang bagaikan matahari. Tulis¬an itu terbaca: La ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah ("Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah"). Lalu Adam bertanya kepada Allah tentang mak¬na Muhammad Rasulullah. Allah pun berfirman kepa¬danya, "Sesungguhnya ia (Muhammad) adalah anak¬mu yang akan datang nanti, (diutus) ke dunia setelah ribuan tahun, dan la adalah seorang yang—bila sudah tiba waktunya—akan menebarkan hidayah dan cahaya kepada dunia."
Itulah sedikit dari sekian banyak bukti dan data yang di kandung kitab Taurat dan Injil yang berma¬cam-macam. Benarlah Allah ketika berfirman tentang sifat-sifat (Nabi saw.) seperti itu dan juga tentang ka¬bar gembira (dengan kehadiran Nabi saw.). Allah ber¬firman: (Yakni) orang-orang yang mengikuti rasul, nabi yang ummi, yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam kitab Taurat dan Injil (QS 7:157). Secara keseluruhan, bukti-bukti itu—bila kita kecualikan apa yang tertulis di dalam kitab Injil Barnabas—merupakan rumus-ru¬mus dan isyarat-isyarat yang tidak tertangkap oleh pi¬kiran mereka secara keseluruhan, sementara mata hati mereka pun buta. Seandainya tidak demikian halnya, mereka pastilah tidak akan membiarkan tulisan-tulis¬an dan bukti-bukti seperti itu tetap ada dalam kitab-¬kitab mereka, karena mereka adalah musuh bebuyutan Islam dan kaum Muslim.
Sumber: Islam Sempurna Lagi Abadi Penerbit Nafas, 2007 Jakarta. Terjemahan dari Kitab ar-Risalah Al-Islamiyah Kamaluha wa Khuluduha wa alamiyyatuha oleh Prof. DR. Sayyid Mohammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani