Perhatian Umar Terhadap Rakyat

Oleh:   Unknown Unknown   |   Tuesday, April 05, 2011

Dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dia berkata: Aku pernah pergi ke pasar bersama Umar radiyallohu 'anhu. Lalu dia dibuntuti oleh seorang wanita muda. Wanita itu berkata,”Wahai Amirul Mukminin, suamiku telah meninggal dunia. Dia meninggalkan beberapa orang anak yang masih kecil. Demi Allah, bahkan mereka masih belum bisa mematangkan betis kambing. Mereka juga tidak memiliki persediaan makanan maupun hewan yang bisa diperah susunya. Oleh karena itu, aku sangat khawatir kalau berbuat zhalim terhadap mereka (karena tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka). Sedangkan aku sendiri adalah putri Khufaf bin Ima' Al Ghiffari. Ayahku telah menjadi Syahid pada waktu hari Al Hudaibiyah. Pada waktu itu, ayahku ikut berjuang bersama-sama dengan baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Umar terdiam ketika mendengar laporan wanita itu dan tidak meneruskan perjalanannya. Dia berkata,”Selamat datang, wahai orang yang garis nasabnya masih dekat (dengan suku Quraisy)!” Kemudian beliau menghampiri seekor unta yang sangat kuat punggungnya, yang sedang diikat disebuah rumah. Lalu Umar meletakkan dua buah karung yang diisi penuh dengan bahan makanan. Dia juga menyediakan beberapa (uang) untuk nafkah, serta beberapa potong pakaian. Setelah itu, Umar menyerahkan tali kendali unta itu kepada wanita itu sambil berkata,”Tuntunlah unta ini! Unta ini tidak akan binasa sampai Allah melimpahkan kebaikan untuk kalian.”
Tiba-tiba ada seorang laki-laki berkata,”Wahai Amirul Mukminin, Anda terlalu banyak menyerahkan pemberian kepada wanita itu.” Umar ganti berkata,”Celaka kamu ini! Demi Allah, sesungguhnya menurutku, ayah wanita ini dan juga saudara laki-lakinya telah ikut memblokir benteng (musuh) dimasa lampau. Mereka berdua juga telah ikut andil menaklukan benteng musuh tersebut. Namun pada pagi harinya, kita yang malah memungut harta rampasan perang yang menjadi jatah keduanya.” (HR.Bukhari)