ISRAEL SERANG ANAK-ANAK GAZA:Korban Serangan Zionis Bertambah, 68 Syahid, 505 Terluka

Oleh:   Unknown Unknown   |   Thursday, July 10, 2014
Agresi Zionis-Israel ke Gaza di hari kedua berturut-turut,  kembali menelan korban. Jumlah korban meninggal Rabu, sebagaimana dilansir Hidayatullah.com (09/07/2013) sore mencapai 14 orang. Jumlah ini menambah daftar korban meninggal  mencapai 38 orang, dan lebih dari 300 lainnya terluka, demikian disampaikan Pusat Informasi Palestina (PIC). Namun sumber terbaru dari jurubicara Kementerian Kesehatan, Ashraf al-Qudrah, pagi ini menyebutkan, korban meninggal sudah mencapai 68 orang dan yang luka mencapai 505.
Militer zionis mulai menggelar agresi militer ke Gaza kemarin malam, Gaza dibombardir secara intensif dan brutal.
Pihak penjajah Zionis mengakui sebanyak 7 buah rudal jarak jauh menyasar jantung kota zionis, termasuk kota Netania, Khadirah, Lod dan kawasan pemukiman Betlehem dan Ramallah.
Pemerintah Indonesia, sebagaimana dilansir VIVA.co.id  mengecam agresi militer Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak. Menurut pemerintah RI, tindakan Israel ini adalah satu lagi hambatan bagi proses perdamaian dengan Palestina.

"Indonesia mengecam aksi militer Israel di Gaza; suatu tindakan yang telah menimbulkan banyak korban sipil yang tidak berdosa di kalangan Palestina dan menciptakan hambatan baru bagi kondisi yang kondusif terhadap proses perdamaian Palestina-Israel," ujar Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa dalam pernyataannya, Kamis 10 Juli 2014.

Sedikitnya 61 orang tewas dalam serangan roket Israel ke Gaza sejak awal pekan ini. Di antara korban tewas adalah 13 anak-anak yang termuda berusia 18 bulan. Banyak bangunan rumah warga sipil hancur lebur dihajar roket Israel.

"Tindakan Israel ini perlu ditentang. Suatu aksi militer yang semakin menambah penderitaan yang dialami rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat selama ini sebagai akibat pengepungan oleh Israel yang tiada lain merupakan suatu "collective punishment" terhadap rakyat Palestina," kata Marty.

Marty melanjutkan bahwa inti permasalahan adalah pendudukan Palestina oleh Israel yang harus segera diakhiri melalui proses perundingan. Di antara solusi yang harus diambil adalah mencapai visi dua negara yang hidup berdampingan (two states solution).

Dalam kaitan ini, kata Marty, melalui Perutap RI di PBB, Indonesia akan bekerja sama dengan Palestina, sesama negara GNB, OKI dan negara-negara lainnya dalam mendorong kepedulian internasional mengenai perkembangan di Gaza.

"Menghadapi sikap Israel ini, Dewan Keamanan-PBB, PBB pada umumnya dan masyarakat internasional secara keseluruhan perlu menekan Israel untuk segera menghentikan aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Gaza. Lingkaran kekerasan di kawasan perlu diakhiri," kata Menlu RI.

Berikut foto-foto kekejian Israel