SALING KLAIM KEMENANGAN QUICK COUNT PILPRES 9 JULI 2014: Hendaknya Menunggu Pengumuman Resmi KPU 22 Juli 2014

Oleh:   Unknown Unknown   |   Thursday, July 10, 2014
Hiruk Pikuk Pilpres Rabu 9 Juli 2014 ternyata tidak seketika berhenti pada hari Rabu itu juga. Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden saling mengklaim memenangi hitung cepat atau quick count Pemilihan Presiden. Hampir semua lembaga survei memang menemukan margin tipis kedua kubu ini.
Sebagaimana dilansir VivaNews. Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Cyrus Network, Litbang Kompas, Radio Republik Indonesia (RRI), Indikator Politik Indonesia, serta Lingkaran Survei Indonesia menemukan Joko Widodo sebagai pemenang. Sementara Indonesia Research Centre (IRC), Jaringan Suara Indonesia (JSI), Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dan Lembaga Survei Nasional (LSN) menemukan justru Prabowo yang unggul.

“SMRC menyatakan pasangan Prabowo-Hatta meraih 47,2 persen suara dan Jokowi-JK 52,8 persen. Pasangan Jokowi-JK memenangkan Pemilihan Presiden,” kata peneliti SMRC Djayadi Hanan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 9 Juli 2014.

SMRC berani menyebut Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres karena selisih perolehan suara mereka dari Prabowo-Hatta berdasarkan hitung cepat lembaga itu cukup signifikan, yakni 5,6 persen.

“Data masuk sudah 81,3 persen. Suara sudah stabil. Tidak akan ada perubahan berarti,” kata Djayadi. SMRC mengambil responden sebagai sampel dari 4.000 tempat pemungutan suara, dengan margin of error 0,68 persen.

Serupa dengan hasil hitung cepat SMRC, CSIS dan Cyrus Network juga mengumumkan Jokowi-JK unggul sekitar 5 persen dari Prabowo-Hatta. Prabowo-Hatta memperoleh 48 persen suara, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla 52 persen.

“Kami menyimpulkan grafik ini sudah stabil dan tidak akan berubah. Pemenang Pemilu Presiden adalah pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla,” kata peneliti Cyrus Eko Prasetyo Galang dalam konferensi pers di Jakarta didampingi Direktur Eksekutif CSIS Rizal Sukma dan peneliti senior CSIS Philips J. Vermonte.

Data yang masuk ke CSIS dan Cyrus ketika hasil itu diumumkan mencapai 97,70 persen. Margin of error pada hitung cepat CSIS-Cyrus ini sekitar 1 persen.

Hitung cepat Litbang Kompas pun menunjukkan selisih suara sekitar 4-5 persen dengan keunggulan pada pihak Jokowi-JK. Dari 97,90 persen suara nasional yang masuk, Joko Widodo-Jusuf Kalla meraup 52,36 persen sedangkan Prabowo-Hatta 47,64 persen.

Sementara hasil hitung cepat RRI ketika suara yang masuk mencapai 81,60 persen menunjukkan, Jokowi-JK unggul dengan perolehan suara 52,48 persen dari Prabowo-Hatta yang mendapat 47,52 persen suara.

Indikator Politik Indonesia punya hasil serupa. Jokowi-JK meraup 52,47 persen suara, unggul dari Prabowo-Hatta yang mengantongi 47,19 persen suara. Hasil hitung cepat ini diperoleh ketika data yang masuk ke Indikator mencapai 93,13 persen.

Kemenangan Jokowi-JK juga terlihat pada exit poll Lingkaran Survei Indonesia. “Selamat kepada Jokowi-JK sebagai presiden baru versi exit poll,” kata Denny JA.

Exit poll adalah survei yang dilakukan setelah pemilih keluar dari bilik suara. “Sampel diambil secara acak. Di setiap TPS, kami mewawancarai empat responden yang baru keluar dari bilik suara. Kepada responden ditanya siapa capres yang dicoblosnya. Ada juga 10 pertanyaan elemen lain,” kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia Rully Akbar.

Hasilnya, Jokowi-JK unggul atas Prabowo-Hatta, dengan 38,58 persen suara untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla dan 35,95 persen suara untuk Prabowo-Hatta.

Ada 8.000 responden dalam exit poll Lingkaran Survei Indonesia. Reponden diambil dari 2.000 TPS di 33 provinsi. Sebanyak 25,44 persen responden merahasiakan pilihannya. Margin of error pada exit poll ini sekitar 1 persen.

Meski demikian, sejumlah lembaga lain menampilkan hasil hitung cepat yang berbeda. Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) misalnya menyatakan Prabowo-Hatta meraup 51,96 persen suara, unggul dari Jokowi-JK yang memperoleh 48,04 persen suara. Angka itu diperoleh ketika data yang masuk ke Puskaptis mencapai 92,23 persen.

Jaringan Suara Indonesia (JSI) pun mengatakan Prabowo-Hatta unggul dengan 50,22 persen dari Jokowi-JK yang mendapat 49,78 persen suara. Angka itu diperoleh ketika data yang masuk ke JSI mencapai 88,60 persen.

Hasil hitung cepat Lembaga Survei Nasional (LSN) setali tiga uang dengan Puskaptis dan JSI. Prabowo-Hatta meraih 50,68 persen suara, unggul dari Joko Widodo-Jusuf Kalla yang memperoleh 49,32 persen suara. Angka itu diperoleh ketika data yang masuk ke LSN mencapai 90,37 persen suara.
Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry menyatakan, hasil survei ini belum bisa menyimpulkan siapa pemenangnya karena masih sekitar margin of error. 

Quick Count versus Real Count

Tahun 2004, Megawati mengklaim kemenangan berdasarkan hasil quick count. Tapi ternyata... yang menang adalah SBY.

Tahun 2014, klaim-mengklaim pun kembali terjadi, berdasarkan hasil quick count belaka. Padahal kita belum tahu siapa pemenang sebenarnya.

 Mari menunggu hasil resmi dari KPU saja. Jika ternyata Jokowi yang menang, hendaknya    pendukung Prabowo insya Allah bisa legowo dan menghormati hasilnya. Jika ternyata Prabowo yang menang, semoga pendukung Jokowi yang sudah sesumbar sejak awal, hendaknya bisa legowo pula dan mengambil hikmah yang berharga.Di luar itu semua, kita harus kembali Damai, Indonesia Satu, membangun negeri dengan peran dan kapasitasnya masing-masing