Muhammad is Messenger of God Allah

Oleh:   Unknown Unknown   |   Sunday, December 11, 2011
Syahadat rasul merupakan sebuah persaksian bahwa Nabi Muhammad merupakan seorang utusan sekaligus hamba Allah. Allah  Ta’ala mengutus beliau kepada segenap kalangan jin dan manusia, orang arab maupun selain arab dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk mengalahkan agama-agama selain Islam meskipun orang-orang musyrik membencinya.

            Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyampaikan risalah dan menjalankan amanat, menasehati ummat, menghilangkan kesusahan. Dan beliau mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan agama Allah Ta’ala. Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya, yang didukung dengan bukti-bukti yang kuat, dan  mu'jizat-mu'jizat yang luar biasa. Semenjak kecil ia diberi gelar dengan Al-Ami yang artinya orang yang dapat dipercaya.

            Dalam ajaran Islam, iman seseorang tidak diterima - meskipun dia telah beriman kepada Allah Ta’ala - hingga dia beriman kepada Rosullullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan semua hal yang dibawa dan dikabarkan oleh beliau berupa urusan-urusan dunia dan akhirat serta alam barzakh . Diantara hal-hal tersebut adalah beriman dengan adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir terhadap orang yang sudah meninggal tentang tauhid, agama dan kenabian,  beriman dengan adanya nikmat kubur bagi orang yang taat dan siksa kubur bagi orang yang maksiat, beriman dengan adanya kebangkitan setelah kematian, dikumpulkannya jasad-jasad dan ruh-ruh dan dihadapkan kepada Allah Ta’ala, beriman akan adanya hisab (perhitungan amal baik atau buruk), dimana sesungguhnya perhitungan para hamba berbeda-beda ketika dihisab, ada yang di permudah dan ada yang dipersulit serta ada juga orang yang masuk surga tanpa dihisab, beriman dengan adanya mizan (timbangan) untuk menimbang amal baik dan buruk, beriman dengan adanya shiroth yaitu jembatan yang terbentang di tengah-tengah neraka jahannam, dan beriman dengan adanya telaga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang airnya bersumber dari surga dan diminum oleh orang-orang yang beriman sebelum masuk surga.

            Kami beriman dengan syafa’at para Nabi kemudian syafa’at Shiddiqin, Syuhada', Ulama' dan syafa’at orang-orang yang beriman. Syafa’at yang terbesar (syafa'atul 'udzma) terkhususkan untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu syafa’at yang digunakan untuk (mempercepat) proses keputusan Allah Ta’ala (pada hari kiamat). Selain syafa’atul 'udzma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga memiliki syafa’at-syafa’at yang lain .

Kami juga beriman dengan dikeluarkannya seseorang yang mengesakan Allah Ta’ala dari neraka,  sehingga orang-orang yang didalam hatinya masih terdapat iman walaupun sebesar biji atom, maka orang tersebut tidak akan kekal abadi berada dalam neraka.
 Allah Ta’ala berfirman :
`yJsù ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB >o§sŒ #\øyz ¼çnttƒ  (الزلزلة : 7)
" Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarohpun ( atom ), niscaya dia akan melihat ( balasan ) nya ". (QS. Az Zalzalah : 7 ) .

Dan sesungguhnya orang-orang yang kafir dan orang-orang yang menyekutukan Allah Ta’ala akan kekal abadi di dalam neraka untuk selama-lamanya. Allah Ta’ala berfirman : 

Ÿw ß#¤ÿsƒä ãNåk÷]tã Ü>#xyèø9$# Ÿwur öLèe šcrãsàZム  (البقرة : 162)   
"Tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh".
(QS. Al Baqoroh : 162 ).

Dan orang-orang yang beriman berada dalam surga kekal selama-lamanya. Allah Ta’ala berfirman :

 Ÿw öNßg¡yJtƒ $ygÏù Ò=|ÁtR $tBur Nèd $pk÷]ÏiB tûüÅ_t÷ßJÎ/    (الحجر : 48)
" Mereka tidak merasa lelah didalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan padanya ". (QS. Al Hijr : 48 ) . 

            Sesungguhnya orang-orang yang beriman  akan melihat Allah Ta’ala didalam surga dengan kasat mata sesuai dengan keagungan Allah Ta’ala dan kesucian serta kesempurnaan-Nya.

            Suatu kewajiban bagi setiap hamba untuk meyakini keutamaan para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa mereka semua adalah orang-orang yang adil, orang-orang pilihan dan orang-orang terpercaya. Tidak boleh mencaci dan mencela salah satu dari mereka. Kursi kekholifahan yang hak setelah Rasulullah Shallallahu ‘alai wasallam adalah Sayyidina Abu Bakar As Shidiq kemudian Sayyidina Umar Al Faruq, kemudian Sayyidina Utsman Asy Syahid  kemudian Sayyidina Ali Al Murtadlo. Semoga Allah Ta’ala meridhoi mereka dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat, serta meridhoi kita semua bersama mereka dengan rahmat-Mu ya Allah wahai dzat yang Maha pengasih diantara orang-orang yang mengasihi. (Sumber: Qul Hazihi Sabili)